Friday, March 6, 2009

Haunting by Draft!

Waktu pasti berjalan. Itu pasti.
Tuntutan satu orang menyebabkan hidupku jungkir balik dalam beberapa mingguan belakangan ini. Semuanya terasa semakin ruwet karena ide spektakuler tak kunjung mampir ke otak ini. Draft skripsi yang diminta itu malah berupa tulisan pendek--nggak jelas, nggak ilmiah, dan nggak bermutu sama sekali, yang seharusnya itu membuatku malu setengah mati karenanya.

Tahun ini, 2009, semakin dekat dengan target tak tertulis itu. Apalagi yang harus dilakukan, sebagai mahasiswa yang baik--cepat lulus kuliah! Ini sudah tahun ketigaku di Arkeologi. Dalam bayanganku 2 tahun lalu, akan ku nikmati enaknya jadi mahasiswa abadi hingga 7 tahun sampai benar-benar habis waktu yang tersedia buatku untuk berada di kampus. Memang, pasti bisa terealisasikan juga kok, mimpi lama untuk jadi mahasiswa itu.

Draft bodoh itupun ku buat asal-asalan. Bukan apa-apa, aku nggak punya ide. Ok, bukan tidak ada ide sama sekali, hanya terlalu banyak yang ku mau namun belum bisa ku tentukan mana yang terbaik dari segalanya. Mungkin ide brilian tidak akan datang jika belum terdesak. Apakah hidupku memang mesti bergulir secepat itu?

Well, aku masih menikmati senangnya nongkrong di kampus dan mboi. Hari-hari di perpustakaan untuk jaga. Atau sekedar menggila bersama dengan yang lainnya. Ku pikir, hidup yang tengah ku rencanakan sejauh ini sudah berjalan sesuai dengan yang impikan. Meski tidak semuanya bisa terwujud, namun semoga yang terpenting bisa terjadi *jadi dosen!

Thursday, January 1, 2009

arke genjot

Hellow world!

Palingkan wajah kalian untuk menatap kami dengan kagum. Berikan salutmu kepada revolusi terbaru program yang paling spektakuler, dari arkeo angkatan 2006. Arkeologi genjot! Mengusung slogan "Kayuh Sepedamu, Buang Lemakmu!" kami percaya bahwa bersepeda merupakan kegiatan yang sangat positif.

Genjotan pertama kami sudah dimulai pada tanggal 13 Desember 2008 kemaren dengan rute Jogja - Plaosan - Prambanan - Candi Abang. Bikersnya antara lain, sang Raja Vinsensius Ngesti, lalu ada Helmy Yanuar sang sesepuh, Umarul Mukhtar yang mengayuh sepeda dari rumahnya di Kauman, Ashar Murdihastomo yang nggak keringatan kecuali waktu dia makan, dan saya sendiri.
Lalu, genjotan kedua pada tanggal 29 Desember 2008, anggota genk Genjot bertambah 3 orang yang haus akan tantangan. Antara lain, Ayu Oktafi yang rumahnya bersedia jadi base camp hari itu, Adita Nofiandi dari Serang, Banten, dan Arbyono Kuntoaji yang tak sempat tidur demi bersepeda hari itu. Rute genjotan kedua ini yaitu Jogja - Imogiri - Gua Cerme. Jangan tanya kenapa kami memilih mendaki lembah perbukitan demi Gua Cerme itu! Yang jelas rasanya ekstrem!


Yeah, bersiap untuk genjotan berikutnya *tapi habis ujian yah! :D *

*genjotan pertama - di atas Candi Abang*

Thursday, December 4, 2008

Lumbung, Asu, Pendem 2 hari 1 malam

Tanggal 29 dan 30 November 2008 kemaren acara Abhiseka Ratri, di Candi Asu, Lumbung dan Pendem, akhirnya digelar juga. Biggest event paling ditunggu anak-anak arkeo dari berbagai angkatan, alhamdulillah banget bisa juga diadain tahun ini. Meski konsep acaranya berubah yakni 2 hari satu malem tapi tetep greget pos per posnya masih heboh!


Dan 2006 siap jaga di pos 1 untuk pertama kalinya!!!! Cihuyyyyyyyyyyy...


Pos 1 jelas pos paling asyik di antara pos yang laen. Adem ayem, nggak nge-resehin maba, ransumnya pun melimpah ruah. Anak-anak emang niat banget buat bawa makanan sebanyak-banyaknya. Bawa kompor, nasting, terus bakar roti sampe' bikin popcorn. Yummmy :)


Konsep pos nggak beda jauh sama yang sebelum-sebelumnya. Mbribik anak 2008 yang jadi peserta Abhiseka dan ngobrol hal-hal enteng. Sayangnya, peserta abhiseka rata-rata stamina nggak nendang! Bayangin aja, baru mulai sweeping udah 3 orang yang tepar. Asma, kecapekan bla..bla..bla. Total ada 6 orang yang ambruk di jalan sampe dibawa ke rumah sakit pula.



Malam abhiseka emang jadi malam paling seru dibanding acara-acara yang lainnya. Nyesel deh buat temen-temen yang pada nggak ikut acara ini. Hahahahahahahahaa *banyak gosip lho!*


Overall, salut buat 2007 yang udah tetep berjuang sampe' akhir acara ini. Hope, we'll see again next year..

*wajah-wajah cerianya pos 1*

Saturday, November 15, 2008

Archy move along with public!

Liat deh daftar link 'The Others' sebelah kanan? Rame ya! Itu nama-nama temen-temen saya yang lagi pada asyik dengan blog. Sebagian besar adalah blog temen-temen arkeologi yang nulis macam-macam soal kegiatan arkeo, dari soal subyek penelitian, penggalian, sampe cerita jalan-jalan. Archeology move along with web blog.
Mendadak nge-blog begini juga atas provokasi dosen Arkeologi Publik, mas Sekti. Apa itu arkeologi publik?Arkeologi Publik adalah salah satu upaya dari pengelolaan ilmu arkeologi secara profesional yang melakukan hubungan timbal balik (dua arah) dengan masyarakat secara luas. Arkeologi Publik dapat dijadikan suatu jembatan penghubung antara para ahli arkeologi serta hasil penelitiannya dengan masyarakat yang lebih awam mengenai ilmu ini namun memiliki ketertarikan akan suatu budaya atau sejarah.

Selama ini dapat dikatakan bahwa hasil-hasil penelitian arkeologi hanya bisa sampai publikasi dalam kandang. Hasil penelitian arkeologi hanya dapat dimengerti dan diakses oleh orang-orang tertentu. Dari sana kemudian muncul pemikiran baru bahwa seharusnya hasil-hasil penelitian tersebut kembali kepada masyarakat karena situs, artefak, dan lansekap budaya juga bisa dinikmati oleh orang sebanyak mungkin.
Kan tak kenal maka tak sayang. Gimana orang mau pacaran kalo kenal aja nggak. Makanya biar orang-orang bisa jatuh cinta atau minimal tertarik maka yang harus move duluan adalah orang-orang arkeo itu sendiri. PDKT lewat blog ini diharapkan berdampak cukup baik. Apalagi jaman sekarang teknologi informasi dan digitalisasi udah ada di mana-mana.
Dunia maya bisa jadi bidikan tepat. Internet bisa diakses oleh siapa saja dan di belahan bumi mana saja. Bahkan ada tren museum online sekarang ini. Hanya dengan membuat link-link tertentu bisa membuat kita terhubung dari web ke web yang lain. Bikin web blog itu gampang dan gratis sehingga nggak heran banyak orang-orang yang memanfaatkan blog sebagai media komunikasi.
Sebenarnya untuk membuat arkeologi menjadi populer sekarang yang penting cuma satu, yaitu kreatifitas. Apapun media yang dipakai, canggih maupun tidak yang penting hanya bagaimana upaya membuatnya menjadi semenarik mungkin.

Sunday, November 2, 2008

Kayaknya cocok kerja di tanah

Mulai kembali ke rutinitas kuliah yang sibuk dan tugas seabrek! Edannnnnnn...tugas bejibun banyaknya. Errr bikin hidup normal 3 bulan kemaren tinggal kenangan. Tugas paper, ini itu means that i have switch my bed-time in the afternoon and sleep so late till mid-nite drop! Kebiasaan menunda pekerjaan.
O ya, heran banget semester ini tugas laporan banyak banget. Apalagi ditambah satu kegiatan baru yaitu Tutorial. Kuliah MAD *gila* (Metode Analisis Data) semester ini mengambil langkah baru buat serius dalam bidang olah data arkeologi. Nah, makanya sang pengampu bikin kegiatan tutorial diluar jam kuliah biar kita makin mantep dalam praktek. Intinya tutorial itu kayak praktikum di laboratorium. Analisa sedimen--tugas, analisa butir pati--tugas, analisa temper--tugas, latian pake' mikroskop, analisa mineral berat--cuci tangan pake' broform *ini jangan ditiru!*
Yang lumayan seru adalah tutorial analisis gerabah. Jadi, kita cuma dikasih sebuah fragmen (pecahan) dari gerabah terus habis itu dari sana kita nyoba interpretasi gimana bentuk gerabahnya kalo utuh. Imajinatif banget kan' tuh! Padahal kadang fragmen gerabah yang ditemuin pas penggalian paling cuma cuilan dari badan atau kalo untung ya dapet fragmen bagian bibir.
Cara gambarnya nih ya..
1. Siapin alat: jangka sorong, pensil, penggaris, sisir antik, sama tabel diameter *yang kayak peta buat fengshui*
2. ambil pecahan gerabah terus dikira-kira berapa diameter gerabah tersebut.
3. Habis itu digambar dalam secarik kertas, boleh secara skalatis *skala 1:4,5 juga boleh*
4. trus fragmen tadi di bentuk di atas sisir antik--detil lekukan
5. baru bisa diinterpretasikan bentuknya kira-kira gimana
Gampang kok, serius gampang! Secara teori. Prakteknya? Ribbeeeeeeeeeeeeeeeeettttt..
Nggak skalatis lah, nggak detillah, interpretasinya nggak jelas! huuuu!
Anyway, dari beberapa tutorial kemaren sih kentara jelas bahan yang dikuasai dan yang nggak mampu sama sekali. Kalo soal itungan--udah deh nyerah..apalagi urusan sama broform yang dengan begonya malah buat cuci tangan.
Jadi kayaknya, saya cocok kerja sama gerabah deh!

Tuesday, September 23, 2008

Tinggal di "Kota Kecil"

Dimana anda harus tinggal jika anda ini orang,
a. Belanda atau ras Kaukasian murni
b. Pedagang dari Asia (Cina, Arab, India)
c. Pribumi Indonesia Tulen

Diskriminasi sudah menjadi cerita sehari-hari jika kita menilik mundur ke abad-abad sekitar 17-an. Kolonialisasi Belanda yang makin meluas ke pelbagai wilayah daerah di Nusantara menyebabkan terjadinya perubahan drastis terhadap perkembangan kota-kota di Indonesia. Namun, yang paling mencolok tentu saja adalah pembangunan pemukiman orang-orang lokal yang terpinggirkan dan tidak layak. Penyebabnya? Tentu saja karena penguasanya adalah orang-orang Belanda yang bisa membangun kota dengan hebatnya pada masa itu. Karena yang mampu membangun kota orang-orang Belanda maka mereka tentu saja mereka bisa dapat tempat yang paling nyaman dibanding golongan ras yang lainnya--apalagi pribuminya.

Contoh cukup mencolok ada di kota Semarang yang sekarang ini merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah. Semarang dulu sering disebut sebagai Little Netherland atau kota kecil Eropa karena master plan kawasan hunian di sana mengadopsi tata ruang kota-kota di Eropa, dimana Gereja Blenduk sebagai pusatnya. Selain itu kawasan Kota Lama Semarang membentuk segitiga emas atau tiga ruas jalan utama yang saling terhubung. Dari sanalah kemudian kota Semarang berkembang.

Jika anda merupakan orang-orang Eropa, maka anda dapat tinggal di Zeestraat (sekarang Jl. Kebon Laut), Poncol, Pendrikan, kawasan Kota Lama (Timur jembatan Berok). Kawasan-kawasan itu merupa kawasan elit yang dibangun oleh pemerintah Belanda.

Jika anda merupakan keturunan ras Cina dan orang timur asing menempati kampung-kampung yang telah ditetapkan. Orang-orang Cina di kampung Pacinan, India (Koja) di kampung Pakojan, dan Arab di kampung Kauman. Lingkungan tempat mereka tinggal cukup memprihatinkan karena kotor dan kekurangan air bersih.

Karena saya ini adalah pribumi lokal maka jika saya hidup di jaman itu saya terpaksa tinggal di pinggiran kota tapi dekat dengan jalan raya. Misalnya di Kampung Lamper Lor, Lamper Tengah, Lamper Kidul, Lamper Sari, Lampermijen, Sayangan, Plampitan, dll. Kebanyakan rumah di daerah tersebut dibangun dengan dinding bambu semi –permanen dan non-permanen.

Jadi, dimana anda tinggal?

Sunday, August 31, 2008

Museum Trip - Museum Nasional atau Museum Gajah

Museum trip kedua ku di Jakarta adalah museum nasional atau lebih sering disebut dengan museum gajah yang di halaman depannya terdapat sebuah patung gajah yang merupakan hadiah Raja Thailand kepada pemerintah batavia pada masa itu. Museum ini sudah berfungsi sebagai tempat pertemuan ilmiah bagi para ahli-ahli budaya dan sejarah Belanda. Museum ini resmi berdiri pada tahun 1868. Maka dari itu, gaya bangunannya sangat khas kolonial.
Koleksi di museum ini paling lengkap se-Indonesia, jumlahnya yaitu 140.000. Display pamerannya mencangkup dari berbagai aspek kehidupan yang ada di Indonesia, sejak jaman prasejarah hingga etnografi berbagai wilayah daerah Indonesia.
Museum ini sekarang memiliki 2 bangunan, yaitu bangunan lama dan bangunan baru. Di bangunan lama yang paling mencolok adalah ruang arca yang luas. Terdapat ratusan arca-arca dan prasasti yang ditaruh di sana *Dan semoga bukan arca palsu yak!*. Ada pula nekara-nekara dan koleksi berbagai macam peralatan perunggu dari masa prasejarah. Hasil temuan di situs Trowulan yang kebanyakan berupa terakota memiliki ruang khusus bersama dengan keramik-keramik.
Bangunan yang baru merupakan bangunan bergaya lebih modern dan canggih. Displaynya pun dibuat menarik dan megah dengan lampu-lampu spotlight terang benderang. Di sini, barang-barang yang dipamerkan merupakan koleksi yang paling menarik. Tentu saja ruang yang paling spekatakuler adalah ruang penyimpanan koleksi emas. Khasanah penemuan emas di nusantara menjadi perhatian utama.
Kebetulan banget pas dateng ke sana, lantai 4 tempat penyimpanan emas sepi banget--nggak ada siapa-siapa. Jadinya ya puas menggila dan foto-foto narsis! ahahaha :P

*halaman depan*

*Yang tengah itu ada Nandi!*

*arca tinggi nyaris 5 meter lebih!*

*karang yang menempel pada keramik*
*dari Cina!*
*khasanah emas!*

*celengan celeng*
*rangka dari Gilimanuk*
*badak perunggu*