Saturday, June 9, 2007

Goes to Old city Semarang - 31 Mei 2007



Destinasi pertama dari perjalanan hari ini adalah Demak. Setelah perjalan panjang kurang lebih 4 jam, akhirnya pas tengah hari kita sampai di Masjid Agung Demak. Menginjakkan kaki di sana kita semua langsung 'disambut' selusin pasang tangan yang tersodor tepat di depan hidung.


'Minta sedekahnya...'


Great, dan tiba-tiba isi kepala ini bergejolak. Lebih tepatnya, battling with my heart.

Kebetulan saja lokasi mereka di depan masjid-jurus minta-mintanya pun disesuaikan dengan lokasi! Coba kalo ketemu mereka di pinggir jalan...


'Minta duitnya buat makan...'


Ok, kemudian kita semua masuk ke museum kecil yang ada di seberang makam beberapa sunan. Di sana ikasih sedikit penjelasan soal histori masjid. Setelah penjelasan singkat oleh takmir masjid, semuanya kemudian bebas mau berkeliaran ke mana. Kebanyakan masuk ke masjid buat potret interiornya.


Sesuai ajaran di kuliah Arkeologi Islam. Saya melihat sendiri tata kota Islam kuno. Ada alun-alun besar, pasar, masjid (makam dibelakang masjid), dan keraton. Semua itu ditata sesuai dengan konsep kota.

Destinasi berikutnya adalah kota lama Semarang. Ini yang paling ditunggu dari journey hari ini.

Gereja Blenduk jadi persinggahan untuk sedikit informasi tentang ota lama ini. Kota kolonial ini tampak mempesona. Di dukung langit biru yang mendukung sebagai latar. Asyik..

Kita dapet kesempatan buat berkeliling melihat-lihat situasi. Saya menemukan beberapa bangun sudah berlumut, tua dan tidak terurus. Tapi ada juga bangunan yang dipakai sampai sekarang, seperti kantor asuransi Jiwasraya, kantor IAI (Ikatan Arsitektur Indonesia), Pabrik Rokok Praoe Lajar, dan sebagainya.

Selanjutnya kamu kemudian berjalan kaki menuju daerah pecinan.

Nuansa merah menyambut ketika memasuki klenteng. Kebudayaan yang sangat unik, apalagi melihat etnis Tionghoa merupakan salah satu kaum minor. Jadi, ini sebuah pengalaman unik dan sedikit menggelitik rasa 'rasis'..
Kadang kita memang sulit melihat sebuah perbedaan ya...


Senja menyapa kami. It's time to back home...


Melewati jalanan sore kota Semarang yang cukup padat rasanya menggairahkan. Apalagi kerlap-kerlip lampu kota yang menggoda buat tinggal. Sayang, kami mesti balik ke Jogja sekarang...



Melewati jalan berkelok-kelok dan kawasan 'Candi Baru' yang elit membuat saya menyimpan momen hari ini rapat dan padat di otak...



Hari yang menyenangkan..





No comments: