Tuesday, January 29, 2008

ekskavastor picisan!


akhirnya, kota...

ku lihat jalanan liku yang padat

penuh sesak mirip kerumanan kecoak



sementara ingatan segarku melayang jauh ke belakang sana,

ketika matahari mulai terbenam menyemburat ungu di ujung horizon,

terasa jauh penuh kesunyian,

waktu membungkusnya agar abadi,

untuk terus lekat dalam ingatan kami...



mungkin mirip mimpi,

ketika waktu berdetak merayap berganti menjadi 6 hari yang panjang,

atau saat matahari membakar kulit ini berganti menjadi kusam,

tak sebanding dengan emosi yang membuncah dibawah kompor alami ego manusia



terperangkap di dalam kotak sempit 2x2 m yang mirip tempat perkuburan

sesak hampir menggila di dalam sana..

tanpa kepastian bisa menemukan sesuatu yang berharga selain tatal-tatal keras melambatkan kerja



dan hingga tertidur di atas papan-papan goyang menyebalkan,

keras tanpa ampun menganggu tidur

berlawanan dengan gelak tawa nggak tau diri dini hari ketika nggosipin orang...



kenangan itu telah tertanam jauh dalam spasial otakku..

memadat

memastikannya tetap utuh untuk dikenang dalam beberapa periodik hidupku nantinya..



Indah sekali!

Sunday, January 27, 2008

Cangkul, cangkul, cangkul yang dalam mencari candi di Plaosan!

Dengan ini dianggap sudah sah jadi mahasiswa Arkeologi yang sebenernya karena sudah melakukan ekskavasi. Ekskavasi adalah penggalian yang dilakukan secara sistematis dengan beberapa metode yang dilakukan secara hati-hati. Metode yang dipake' ekskavasi ku kemaren adalah metode spit yang penggaliannya dilakukan dengan membuka tanah dengan interval tertentu (biasanya 20 cm). Pertama, kami membuka kotak dengan ukuran 2x2 m. Baru kemudian menggali tanah dengan kedalaman 20 cm dari SDP (secondary dantum point). Satu spit kedalamannya adalah per 20 cm. Kurang lebih gitu deh teorinya.
Nah, selama 6 hari mulai dari tanggal 21-26 Januari 2008 kemaren, angkatan ekskavasi 2008 tahun ini mengadakan kegiatan di Candi Plaosan. Candi Plaosan terletak di dusun Plaosan sebelah utara dari Candi Prambanan. Candi Plasosan merupakan candi bercorak agama Budha dilihat dari ikonnya yang khas berupa stupa perwara dan di candi induknya memiliki atap stupa di atasnya. Terdapat 2 bangunan Candi yang terletak di berjauhan dan dihubungakan sebuah kanal kuno. Biasanya disebut Plaosan Lor dan Plaosan Kidul. Kegiatan ekskavasi tahun ini diadakan di lokasi Candi Ekskavasi Kidul yang masih banyak belum ditemukan bangunan candinya.
Aku ada di kelompok satu bareng Damai, Marul, Tika, ma mbak Nira angkatan 2005. Kelompok satu ini memutuskan buat gali kotak di P''''26. Penamaan kotak ini diambil dari penampang garis grid imajiner yang ada di Plaosan Kidul dengan kotak-kotaknya (2x2 m). Ambil kotak ini karena diperkiraakan bakal nemuin strukutur fondasi bangunan candi. Setelah digali sampe' (4) / spit 4, akhirnya ketemu walaupun baru berupa pinggiran struktru bukannya sudut. Agak melesat dari dugaan semula. Sampe' buka (3) khawatir juga nggak bakal nemuin apapun selain pecahan gerabah yang lumayan banyak dan batuan andesit gundul dan batu tufa pasiran yang bikin emosi karena gede-gede dan banyak! Sial!
Setelah ketemu pinggiran struktur itu, akhirnya kita buka kotak baru di o''''27. Seperti yang diperkirakan akhirnya kita nemuin juga sudut fondasi bangunan candi perwara itu yang juga terusan dari temuan pinggiran di kotak sebelumnya.
Seneng banget. Selama 6 hari penuh kita bareng terus untuk sebuah kerja sama tim yang untung aja dikelompok satu cukup kompak tanpa masalah. Beruntung banget kelompok ini nggak begitu banyak clash dan adem ayem. Walaupun emang kadang panas dan tekanan bikin cepet jadi emosian. Meski gitu kalo bisa sedikit ngalah dan mengendurkan emosi setidaknya nggak bakal berantem. Keadaan temen-temen yang lain juga lumayan kok, nggak yang terlalu rame kecuali saat-saat gosip dan ngeceng-cenging orang.
Kegiatan kayak gini emang bikin kita tambah akrab temen seangkatan, angkatan atas, ma dosen-dosen. Makin kenal kebiasaan satu sama lain. Iyalah, 6 hari penuh terus bareng ngapa-ngapain, kegiatan, tidur, makan, bikin laporan, mandi. 6 hari kerasa padat banget dan yang pasti badan sakit dan pegel-pegel. Pagi bangun, sarapan jam 6.30, langsung ekskavasi jam 8, tea break bentar jam 10, makan siang jam 12an, trus ekskavasi lagi sampe' jam 4 sore, diskusi mulai dari jam 8 kadang baru selesai jam 10an, udah gitu mesti bikin laporan sampe' jam 12an, dan belum langsung tidur kalo ada yang piket dan biasanya pasti ada yang gosip dan ngecengin orang sampe' jam 2 pagi.
Tapi rasanya 6 hari ini bakal jadi kenangan yang menyenangkan dari berbagai kegiatan arkeologi yang lain. Gimana nggak, dari sini kita berawal untuk saling kenal dan kayak udah tau kebiasaan satu sama lainnya. Banyak ketawa, banyak cerita, banyak yang berubah karena ekskavasi memang merubah semuanya.
Untuk beberapa orang mungkin ekskavasi bakal bikin mereka lebih bervokal dari yang dulu cuma diem. Bram yang anteng jadi banyak ngomong dan bahkan ngomong pake' logat sok english yang bikin ngekek. Kadang emang kepaksa bikin kita ngomong karena beda pendapat dan bikin panas.
Untuk satu dua orang mungkin ekskavasi bikin mereka berubah jadi lebih diam dan nggak lagi mau bersikap menonjol. Ada yang ngerasa kapok, atau merasa lebih baik diem.
Untuk satu dua orang pasti ada yang jadi bahan gosip atau ceng-cengan temen-temen bahkan dosen.
Untuk satu dua orang pasti ada yang lebih mengenal karakter masing-masing temen.
Untuk satu dua orang mungkin ada yang jatuh cinta ma orang yang di deket kita.
Untuk satu dua orang mungkin bakal nemuin arti kejujuran.
Untuk beberapa orang bakala nemuin arti sebuah kesabaran.
Dan untuk satu orang ada yang menemukan kenangan indah selama ekskavasi kemaren..

Saturday, January 19, 2008

Ekskavasi!

Ekskavasi 2008
Plaosan, 21 - 26 Januari 2008

Wednesday, January 16, 2008

Old City Kota Gede


Kotagede dahulu kala merupakan ibu kota kerajaan dari Kerajaan Mataram Islam yang didirikan Ki Ageng Pemanahan. Sebagai kota kerajaan yang bercorak Islam, terdapat kosmologis yang khas yang menjadi ciri khas dari kota Islam. Adanya Kraton, sebuah masjid yang didirikan di sebelah barat dari alun-alun kota, kemudian adanya pasar, dan makam. Semua itu menjadi ciri khas tersendiri yang ada pada kota Islam pada umum di Indonesia.

Kawasan Kotagede saat ini telah banyak berubah. Ada banyak bangunan yang telah hilang dan banyak juga bangunan baru yang dibangun. Kotagede saat ini menjadi sebuah kawasan budaya sekaligus pariwisata yang memiliki banyak potensi untuk dikembangkan. Selain memiliki latar belakang historis yang sangat berharga, kawasan ini juga masih banyak terdapat bangunan-bangunan tua yang layak dilindungi dan dirawat karena memiliki nilai sejarah yang bernilai tinggi.

Begitu juga Masjid Agung Kotagede yang masih berdiri dengan sampai sekarang ini. Masjid ini memiliki gaya bangunan yang masih terkena pengaruh Hindu-Budha. Salah satunya adalah gapura yang berukiran mirip pintu wihara. Di dalam masjidnya sendiri terdapat mimbar berukiran unik, upeti dari Adipati Palembang untuk Sultan Agung.

Mengingat usianya yang telah sangat tua maka tak heran banyak sekali bentuk perawatan yang telah dilakukan di sana.


Jeng..jeng..jeng


Field trip Selasa, 18 Desember 2007, kita mengunjungi kawasan Kota Gede sebagai pengenalan langsung kepada kondisi benda cagar budaya yang rusak dan penyebab kerusakannya itu sendiri. Kuliah lapangan ini kita dibagi beberapa kelompok dan tiap kelompok mesti membuat gambar langsung tembok luar masjid yang ditunjuk kemudian dianalisa kerusakan atau kelapukan apa yang ada bagian tersebut.



Setelah makan siang dan pekerjaan pengamatan tersebut kelar, maka kita langsung beranjak keluar untuk mengamati langsung kawasan kota gede baik di rumah-rumah penduduknya maupun lorong-lorong sempit yang merupakan akses jalan.



Berada di lorong-lorong sempit itu rasanya kita bisa membayangkan betapa kerajaan Mataram berupaya membuat pertahanan yang rumit layaknya labirin. Asyik sekali. Konservasi diupayakan untuk menjaga dan merawat benda-benda cagar budaya tersebut agar masih tetap bisa digunakan dan sebagai data artefaktual. Karena itulah penting bagi para arkeolog untuk bisa mengelola kawasana-kawasan yang bernilai historis tinggi. Selain bisa meneruskan sejarah ke banyak orang, bisa juga dimanfaatkan sebagai aset pariwisata. Namun sayang sekali kayaknya sih masih jauh berharap kalo kawasan ini bisa dijadiin aset pariwisata kayak negara-negara di Eropa atau bahkan Malaysia. Nggak cuma dari pemerintahan aja sih, tapi juga kepeduliaan orang-orang sekitar yang tinggal di sana.



*pedestrian*


*the team*


*at Pasar Kotagede*




*clik clock*




*gapura samping*




Friday, January 4, 2008

ooh bencana lanksekap!

oooh, awal tahun yang sedikit mengerikan! deadline tugas survei b dan c dikumpul tanggal 3, tapi sampe' tanggal 2 malem, blom juga digambar!
ahaayyy...
Jadi gini, tugas yang hampir menghabiskan dan bikin gila ini bernama Survei B dan Survei. Secara teori, gampanglah, bikin gambar denah, gambar tampak depan dari bangunan. Untuk si B, bangunan yang ditentukan adalah standing building yang punya nilai historik baik dari masa klasik, islam, maupun kolonial. Sementara yang si C adalah gambar denah yang sebuah kompleks yang ada juga punya historik tinggi. Masing-masing semuanya harus bangunan yang berkaitan dengan arkeologi. Hubungan lansekap dengan arkeologi? Kerjaan ini emang mirip banget kerjaan anak arsitek yang istilah tukang gambar bangunan. Sebagai sebuah pencatat dan koleksi data mengenai bangunan-bangunan monumental arkeologi maka menggambar denah, gambar tampak ini pastinya penting banget. Apalagi nanti kalo lepas dari kuliah dan mesti kerja di instansi pemerintah seperti, BP3, BALAR, atau PUSLIT.
Satu bangunan bisa aja dikerjain beberapa orang sebagai field crew untuk membantu pengukuran lapangan. Alat yang dipake', tongkat pengukur 2 m, roll meter 50 m, dan kompas bidik. Jangan lupa field note, kamera, dan kesabaran yang tinggi.
Sebenernya gampang, baik dalam teori maupun praktek. Namun banyak banget kendala yang terjadi di lapangan. Sedikit curhat, untuk survei b, standing buliding yang aku pilih adalah rumah kolonial di kawasan Kota Baru Jogja yang sekarang digunakan untuk Bank. Berhubungan denah dalam bangunan udah punya, maka maju tak gentar-semangat buat ambil gedung ini. Cuma tinggal minta ijin untuk foto tampak depan sama liat-liat bangunan dalem buat deskripsi nanti di laporan verbal. Siapa tahu ada bangunan yang direnovasi dan mungkin dihilangkan. Maju ke Fakultas untuk minta dibuatin surat ijin penelitian buat pihak bank. Kecewa banget, soalnya ditunda sampe' seminggu dan nggak nepatin janji kasih suratnya. Alasannya ya, surat yang dibikin nggak cuma ini, yang diurus nggak cuma ini, bla...bla...! Emang sih akhirnya dapet juga suratnya. Tapi kemudian libur natal dan tahun baru 2 minggu. Sehari sebelum natal, surat ijin ku masukin ke bank. Udah ngobrol sama satpamnya sih, minta ijin dan ngelobi siapa tau boleh tanpa surat. Sayang nggak berhasil. Ok. tetep harus nungguin kepastian suratnya. Konfirmasi pertama kali, 'Maaf, penyelianya lagi rapat mungkin nanti siang.' Mencoba telpon, 'Maaf, mbak mungkin suratnya baru bisa diproses tanggal 2 januari karena libur tahun baru.' Tepat sehari sebelum pengumpulan tugas. Ehm, sempet mati kutu juga sih, tapi udah ah terusin aja terlanjur! Akhirnya...
'Maaf mbak, kami dari pihak bank tidak mengijinkan karena ada beberapa ruangan yang tidak boleh sembarangan orang masuk.'
Pesen moral yang dipetik dari pengalaman kali ini. Jangan menunda tugas kalo nggak pingin kepenthok dalam sebuah penelitian. Harus ada plan A, B, C sampe' Z. Jangan berharap pada janji dapat memberikan konfirmasi tepat waktu. Dan mending nggak usah ambil bank sebagai standing building buat survei b kalo nggak mau kepenthok dengan alasan kerahasiaan kecuali kamu anak CEO Bank tersebut, anak kepala cabangnya, atau anak Presiden R.I
Yup, urusan perijinan adalah hal yang paling ribet untuk urusan seperti ini. Makanya, cari link sebanyak-banyaknya. Bahkan temen bapak yang ternyata penjaga jiwasraya juga bisa bantuin masuk ke dalam ruang tanpa mesti bikin surat. Atau kakak kamu pernah dapet tugas bikin denah bangunan waktu dulu kuliah di arsitek. Jika ternyata Bapakmu adalah Kepala BP3 jateng makanya beruntunglah kamu.